Skip to main content

Keluarga di Dunia Terimbas "Korban Teknologi"

Dunia berubah drastis. Kini dalam 24 jam bisa jadi 70% habis di depan perangkat teknologi. Mulai laptop, tablet, atau yang paling gampang dijangkau smartphone dan blackberry. Seorang kartunis bahkan menangkap gejolak sosial ini dengan gambar di bawah ini.

Ia menggambarkan beberapa tahun lalu taman bermain penuh kegembiraan. Anak-anak berlarian bebas, bergerak menikmati waktu bermain mereka. Dan kini, mereka masih berkumpul, tapi hanya di bawah pohon dan sibuk dengan telepon genggam.
 
kartun+anak+korban+teknologi
 
Media pun melihat gejala ini. The Sun merilis penelitian yang menyebutkan satu dari anggota keluarga mengirim pesan teks kepada rekan mereka. Bahkan untuk anak mereka, meski masih di rumah yang sama.

Studi ini menyebutkan bahwa saat ini keluarga tetap berhubungan dengan anggota mereka dengan rata-rata 1.768 teks, 520 email dan 68 jam panggilan suara (telepon) dalam satu tahun.

Revolusi pun terjadi dalam keluarga. Ketimbang komunikasi verbal, mereka lebih memilih perangkat teknologi sebagai jalur komunikasi. Inilah contoh beberapa keluarga yang dimaksud.
keluarga+korban+teknologi
1. Pasangan David (46) dan Karen Robert (41) memiliki empat orang anak. Dalam enam hari mereka melakukan chat online ke sesama anggota keluarga total selama dua jam lima menit. Sementara komunikasi verbalnya adalah total selama tiga jam 50 menit.

2. Pasangan aniel Hill (23) dan Eliza Christopherson (23). Total selama enam hari mereka berkomunikasi online selama dua jam 51 menit, sementara komunikasi verbalnya sebanyak satu jam 20 menit.

3. Untuk kasus terakhir; sebuah keluarga yang beranggotakan Helen Ducker (33), Nick (33) dan Samuel (22 bulan). Selama enam hari total mereka berbicara secara online selama dua jam 17 menit. Sementara komunikasi verbalnya adalah sebanyak dua jam 10 menit.

Studi di atas hanya gambaran kecil betapa dunia kita semakin berubah. Bagaimanapun semoga tetap diingat bahwa interaksi langsung lebih bagus ketimbang lewat benda mati.

Source

Comments

Popular posts from this blog

5 Kebiasaan Buruk Para Jomblo yang Membuatnya Terus Jomblo

Berikut ini 5 kebiasaan buruk para jomblo yang membuatnya terus menjomblo… 1.Syirik Orang Manado bilang mangiri. Alias iri dengki. Nggak senang ngelihat orang lain senang. Senangnya ngejelek-jelekin dan ngecil-ngecilin kebaikan orang lain. “Alaaa, dia sih piala bergilir. Lihat aja, bentar lagi juga dia akan pindah ke pelukan cowok laen. Gua sih amit-amit dapetin dia!” Padahal ke-sirik-an hanya akan membuat kita makin buruk di mata orang lain. Dan pasti di mata Tuhan juga. Nggak ada faedahnya. 2. Citra diri yang negatif “Siapalah saya ini. Tampang pas-pasan. Nggak bisa apa-apa pula. Otak belet, lha nilai kuliah saja hampir tidak pernah bergeser dari C. Dapet B tuh untung. A, wah ajaib benar anugerah-Mu deh. Mana ada yang mau sama saya. Seandainya saya jadi orang lain pun, nggak bakalan koq saya mau punya pacar kayak diri saya begini.” Padahal gambaran kita tentang diri kita sendiri akan sangat berpengaruh terhadap pikiran, perasaan dan sikap hidup kita. ...

Ingin Tampil Cantik diDepan Kamera, Ikuti Ini

Banyak yang kurang merasa percaya diri jika saat bertampil di depan kamera untuk berfoto. Banyak hal faktornya, salah satunya, yakni merasa kurang cantik. Namun, tak usah perlu khawatir lagi, berikut beberapa tips dan trik agar tampil cantik didepan kamera, seperti dilansir dari allyou: 1. Pakai make-up Ketika Anda menerapkan riasan Anda sebelumnya, jangan lupa tiga item penting berikut ini : Mascara, concealer dan blush on. Maskara agar mata terlihat tajam, concealer supaya wajah segar, dan blush on memberikan warna pada pipi Anda. Saat sampai di studio foto tambahkan lipstik agar Anda terlihat fresh dan ceria. Karena, wajah yang cerah akan menghasilkan foto yang bagus . 2. Jangan ambil pose yang datar Pose menentukan hasil gambar. Tak ingin foto Anda dibilang foto KTP? Maka dari itu tentukan pose yang bisa membuat Anda terlihat cantik. Misalnya, jika Anda berdiri, silangkan salah satu kaki Anda ke depan untuk memberi kesan ramping. Kalau ingin tu...

Living Without Fear, Extreme Course For People Phobia In Russia

Jumlah penduduk dunia yang semakin bertambah setiap saat membuat berbagai macam problematika kehidupan di masyarakat, bagi individu yang tidak kuat menahan problematika biasanya akan mengidap gangguan mental, diantaranya fobia dan kecemasan. Banyak sekali orang yang mengidap penyakit fobia dan kecemasan di Eropa. Untuk mengatasi hal tersebut ada salah kursus unik yang bernama ‘Life without Fear’ (Hidup Tanpa Rasa Takut). Hidup Tanpa Rasa Takut adalah kursus di alam yang semakin populer dengan menempatkan penderita fobia dan kecemasan pada serangkaian uji coba yang ekstrim, termasuk berjalan di atas bara panas, duduk di pecahan kaca, berenang di air es dan bahkan makan buah dengan kapas yang terbakar. Ada banyak orang yang mengidap fobia dan kecemasan di seluruh dunia. Banyak negara besar barat bergantung pada ahli psikologi untuk membantu pasien menghadapi dan mengalahkan fobia mereka. Biasanya caranya yaitu penderita harus mengakui ketakutannya, berbicara tentang masalahnya...